Jumat, 29 Maret 2013

MEMBUAT SAKU SAMPING PADA ROK DAN CELANA


Saku samping lazim ada pada baju rok wanita dan celana, baik celana pria maupun wanita. 
Bentuk kantong sakunya bisa sederhana hanya berupa kotak empat persegi panjang, atau bentuk lain yang lebih mapan sebagai kantong saku.

Sebelum menguraikan bagaimana cara membuat dan cara menjahitnya, sebaiknya disimak dulu video cara membuat saku samping berikut ini:


Dari video tersebut dapat disimpulkan urutan langkah cara membuat dan menjahit saku samping pada rok dan celana, yaitu:

Membuat gambar pola kantong saku, bisa berupa kotak empat persegi panjang berukuran lebar 15 cm dan panjang 30 cm, dimana salah satu pola kantong tersebut dibuat miring tepat dengan kemiringan dari gambar pola celana depan. Bentuk kotak empat persegi panjang bisa dirobah menjadi bentuk lain yang lebih baik, misalnya seperti gambar berikut:

Bibir saku pada pola celana depan dijahit dengan bibir saku pada pola saku yang miring. Karena kemiringan bibir saku pada pola kantong mengikuti kemiringan bibir saku pada pola celana depan, maka setelah dijahit hasilnya bisa rapi dan mapan.
Jahitan pada bibir saku dibalik, lalu dijahit lagi supaya kerapian dan kemapanannya terkunci.


Pola kantong saku yang lurus ditepatkan dengan pola kantong saku yang miring, dan kantong saku tersebut dijahit. Yang dijahit hanya pola kantongnya saja, tidak berikut pola celananya. Supaya kuat dan rapi, sebaiknya jahitan kantong saku ini menggunakan stik-balik.

Sekarang jahitlah kantong saku tersebut dengan pola celana depan. Pada pola kantong saku sederhana yang berupa kotak empat persegi panjang, yang dijahit adalah bagian pinggang dan bagian samping, tepat dimulai dari batas bawah bibir saku. Pada pola kantong saku yang dibuat lebih mapan, yang dijahit masih ditambah dengan bagian tengah pada posisi resleting bagian atas. Bentuk kantong saku ini lebih rumit membuatnya, tetapi hasilnya lebih rapi.

Setelah kantong saku samping terpasang, sekarang bentuk pola celana depan menjadi serasi dengan bentuk pola celana belakang, karena kemiringan bibir saku pada pola celana depan telah hilang, menjadi rata pinggang atas dan sisi sampingnya, karena mengikuti bentuk pola kantong saku yang lurus.

Pola celana depan yang sudah terpasang resleting dan kantong saku sampingnya ini siap dijahit dengan pola celana belakang, untuk melanjutkan pekerjaan dalam proses pembuatan celana.

Demikian gambaran singkat tentang cara membuat dan cara menjahit kantong saku samping pada rok dan celana, semoga dapat dipahami dengan mudah. Terimakasih.

Selasa, 26 Maret 2013

SEPUTAR LENGAN BUSANA


Bentuk dan model lengan busana banyak macam ragamnya. Dilihat dari cara memasang lengan pada pola badannya, dikenal 3 bentuk lengan yaitu lengan standar, lengan raglan dan lengan setali.

Lengan Standar

Lengan standar adalah lengan yang dipasang pada kerung lingkar lengan dari pola badannya. Disebut pola standar karena banyak digunakan secara umum pada busana yang dipakai sehari-hari, baik busana pria maupun wanita. Tentang modelnya sangat bervariasi, antara lain lengan licin, lengan pof, lengan kerut, lengan kop, lengan kupu-kupu, lengan lonceng, lengan crown, dll.
Gambar pola lengan standar selengkapnya dapat dilihat pada buku panduan peserta kursus menjahit LPK Intan Sruweng Kebumen.


Lengan Reglan

Lengan Reglan adalah lengan yang dipasang pada garis serong mulai leher sampai ketiak dari pola badannya.  Bentuk lengan ini banyak dipakai untuk lengan baju kaos olah raga dan lengan jaket.  Tentang modelnya ada 2 macam, yaitu lengan raglan lurus mengikuti garis pundak dan lengan reglan bengkok pada posisi pundak. Cara menggambar pola lengan raglan selengkapnya dapat dilihat pada buku panduan peserta kursus menjahit LPK Intan Sruweng Kebumen.


Lengan Setali


Lengan Setali adalah lengan yang dibuat menyatu dengan pola badannya. Bentuk lengan ini banyak dipakai untuk lengan kaos olah raga, lengan baju santai dan lengan baju tidur. Seperti pada lengan raglan, pada lengan setali juga ada 2 model, yaitu lengan setali lurus dan lengan setali bengkok pada posisi pundaknya.
Cara menggambar pola lengan setali selengkapnya dapat dilihat pada buku panduan peserta kursus menjahit LPK Intan Sruweng Kebumen.




Bagaimana cara menjahit lengan?

Karena dikenal ada 3 bentuk lengan yang berbeda, maka cara menjahitnya juga dikenal ada 3 cara pula. Sebelum mempelajari ketiga cara menjahit lengan tersebut, sebagai pemanasan silakan disimak video singkat yang satu ini… Tidak perlu kemana-mana, masih tetap video dari youtube intansruweng, ok?


Cara menjahit lengan standar.

Pastikan lingkar lengan pada pola badan sudah terbentuk (garis pundak dan sisi pola badan depan dan belakang sudah dijahit)
Buatlah kerutan-kerutan kecil pada bagian tengah pangkal lengan menggunakan dua jahitan jarang yang ditarik sedikit benangnya.
Tentukan posisi titik batas sisi lengan, dimana ukuran kerung pada pola lengan bisa tepat benar dengan ukuran lingkar lengan pada pola badannya.
Jahitlah sisi lengan tepat melalui titik batas sisi lengan yang ditentukan tersebut, dilanjut menjahit sisi lengan mulai pangkal lengan (posisi ketiak) sampai ke ujung lengan.
Rapikan dengan gunting pada jarak sekitar 0,7 cm diluar jahitan sisi lengan lalu diobras, sekarang sudah tampak lengan setengah jadi.
Lipat pola badan dimana posisi muka yang baik ada di dalam.
Lengan setengah jadi dengan posisi muka yang baik ada diluar, dengan hati-hati dimasukkan melalui lobang lingkar lengan yang ada di pola badan.
Pastikan pemasangan lengan tidak terbalik antara lengan kiri dan kanan.
Atur posisi yang rapi pada titik pundak dan titik ketiak, dan sepanjang pertemuan antara lingkar lengan pola badan dengan kerung pola lengan. Lazimnya dibantu jarum pentul atau jahit jelujur tangan.
Setelah kondisi sudah serba pasti dan serba rapi, jahitlah pemasangan lengan menggunakan mesin jahit.
Berikut ini adalah video cara menjahit lengan standar, silakan di-play...


Cara menjahit lengan raglan

Untuk lengan raglan lurus mengikuti garis pundak
Jahit lengan raglan dengan pola badan depan
Jahit lengan raglan dengan pola badan belakang
Jahit sisi baju, mulai ujung lengan, menuju dan melewati posisi ketiak, dilanjut kebawah sampai batas bawah baju, untuk sisi kiri dan kanan. 
Untuk lengan raglan bengkok pada posisi pundak
Pertama, jadikan lengan dengan menjahit posisi garis pundak, mulai awal bengkokan pola sampai ke pangkal lengan.
Setelah itu prosesnya sama dengan memasang lengan raglan lurus yang diuraikan diatas.

Cara menjahit lengan setali

Untuk lengan setali lurus mengikuti garis pundak
Jahit sisi baju, mulai ujung lengan, menuju dan melewati posisi ketiak, dilanjut kebawah sampai batas bawah baju, untuk sisi kiri dan kanan.
Untuk lengan setali bengkok pada posisi pundak
Jahit dulu garis pundaknya, setelah itu, jahitlah sisi baju, mulai ujung lengan, menuju dan melewati posisi ketiak, dilanjut kebawah sampai batas bawah baju, untuk sisi kiri dan kanan.

Demikian cerita pendek seputar lengan, semoga dapat menambah wawasan yang bermanfaat.
Terimakasih.

Selasa, 19 Maret 2013

CARA MEMBUAT KRAH KEMEJA PRIA


Buatlah gambar pola krah yang terdiri dari pola bagian atas dan pola bagian bawah. Cara membuatnya silakan disimak gambar berikut:



Setelah pola krah jadi, selanjutnya kain bahan dipotong sesuai bentuk pola tersebut dengan tambahan lebar jahitan sekitar 1 cm. Pola krah bagian atas dan bawah semua dipotong rangkap dua, bahkan kain keras juga ikut dipotong sesuai gambar pola tersebut.



Kain krah bagian atas ditumpuk rangkap dua saling berhadapan (muka yang baik didalam) dan diatasnya ditumpuk kain keras, lalu dijahit tepat pada batasan gambar polanya.






Setelah itu guntinglah hanya kain kerasnya saja, tepat mepet pada benang jahitan. Tujuannya supaya bila nanti krah dibalik, lipatan kain keras tidak mengganggu kerapihan.  Sementara kain juga dirapikan pakai gunting, pada bagian yang lengkung diberi coakan guntingan.




Krah bagian atas yang sudah dijahit kemudian dibalik, ujungnya yang lancip dibuat rapi dengan ujung gunting atau benda lancip lainnya, kemudian diseterika. Sekarang krah bagian atas sudah jadi, tinggal digabung dengan krah bagian bawah.




Salah satu krah bawah dijahit dengan krah atas yang sudah jadi, bagian muka yang halus menghadap ke dalam. Yang dijahit hanya salah satu saja dulu, tujuannya supaya hasil jahitan lebih rapi, dan nantinya pada hasil akhir, jahitan krah menjadi lebih kuat. Kenapa?






Sekarang pasang krah bawah yang kedua, tepat berhadapan dengan krah bawah pertama yang telah dijahit dengan krah atas. Cara menjahitnya, bagian krah bawah pertama yang sudah dijahit harus ada diatas. Tujuannya supaya hasil jahitan sekarang dapat tepat menindih pada jahitan terdahulu yang sudah ada. Hasilnya akan lebih rapi dan lebih kuat, karena sambungan krah atas dan bawah dijahit dua kali pada posisi garis jahitan yang saling menindih.




Rapikan dengan gunting sisa kain jahitan yang menggabung pola krah atas dan pola krah bawah, beri coakan guntingan pada lokasi jahitan yang lengkung, lalu krah tersebut dibalik.








Sekarang sudah jadi krah kemeja pria yang rapih dan kuat, tinggal diseterika lalu dipasang pada kerung lingkar leher yang ada di bagian badan.









Lebih jelasnya, silakan di-play video cara membuat krah kemeja pria berikut.


Tentang bagaimana cara menjahit krah pada kerung lingkar leher, silakan di-play video yang berikut.

Kalau terpaksanya masih kurang paham juga, sebaiknya membaca buku cara membuat kemeja pria sambil melihat video cara menjahitnya, insya Alloh dapat berhasil memahaminya… 
Buku dan videonya dapat dipesan kepada LPK Intan Sruweng, Jalan Raya Sruweng 70 Kebumen, atau melalui nomor HP. 087737621625.

Terimakasih, semoga informasi ini dapat bermanfaat… 

Senin, 11 Maret 2013

CARA MENJAHIT RESLETING PADA CELANA

Menjahit resleting pada celana dapat dibedakan menjadi dua, yaitu resleting pada celana pria dan resleting pada celana wanita. Apa sih perbedaannya?

Pada celana pria, tumpukan kain dari kiri berada di bagian luar dan tumpukan kain dari kanan berada di bagian dalam. Kaum pria membuka dan menutup resleting celana yang sedang dipakai menggunakan tangan kanannya.

Sedangkan pada celana wanita, tumpukan kain yang dibagian luar adalah kain bagian kanan, jadi tumpukan kain dari kiri malah berada di tumpukan dalam. Kaum wanita membuka dan menutup resleting celana yang sedang dipakai menggunakan tangan kirinya.

Silakan bandingkan dua video berikut, antara cara menjahit resleting pada celana pria dan cara menjahit resleting pada celana wanita.

Cara menjahit resleting pada Celana Pria

Cara menjahit resleting pada Celana Wanita

Apa masih ada perbedaan yang lainnya? Ada ya...

Resleting pada celana wanita bisa dipasang dibagian depan, dibagian samping atau dibagian belakang dari celana. Ukuran resleting yang digunakan lazimnya lebih pendek, karena fungsinya memang tunggal, hanya digunakan untuk memakai dan melepas celana dari tubuh pemakainya.

Sedangkan resleting pada celana pria harus selalu dipasang pada bagian depan dari celana. Ukuran resleting yang digunakan juga lebih panjang. Hal ini disebabkan karena resleting pada celana pria memiliki fungsi ganda. Selain untuk memakai dan melepas celana dari tubuh pemakainya, masih ada fungsi khusus lainnya.
Digunakan untuk apa sih?
Ah, nggak usah dijelaskan ya, kan sudah pada tahu sendiri...he-he-he...

Semoga dapat diambil manfaatnya, terimakasih.
  

Senin, 04 Maret 2013

CARA MEMBUAT SAKU JAS DAN BLAZER

Berikut ini video cara membuat saku jas dan blazer:


Penjelasan rinci dapat dibaca pada buku CARA MEMBUAT JAS PRIA 
yang disusun oleh Team Instruktur Kursus Menjahit LPK Intan Sruweng.
Buku dan VCD yang sederhana ini cukup jelas, singkat dan praktis, 
diharapkan dapat membuat orang yang mempelajarinya 
menjadi bisa membuat jas dan blazer sendiri 
dalam waktu relatif singkat...

Terimakasih.
LPK Intan Sruweng, HP. 087737621625

POTONG KAIN DAN UJI KEMAPANAN POLA JAS


·     Kain bahan jas yang baru dibeli dari toko seringkali ada kerutan-kerutan bekas gulungan kain dan garis-garis bekas lipatan kain.  Sebelum dipotong, kain perlu diseterika terlebih dahulu untuk menghilangkan kerutan-kerutan dan garis-garis lipatan yang mungkin ada pada kain tersebut.
·     Kain bahan jas diletakkan diatas meja potong yang cukup lebar (bila tidak ada meja potong lebar bisa diatas lantai yang bersih dan rata).  Kain dilipat sehingga ada dua lapis kain, bagian muka yang halus ada di dalam lipatan kain. Posisi kain saling berhadapan bertujuan untuk menghasilkan guntingan pola yang simetris untuk bagian kiri dan kanan.
·     Potongan-potongan pola jas yang telah dibuat dari kertas (karton manila) disusun diatas lipatan kain tersebut dengan benar dan hemat.  Maksudnya benar, posisi kertas pola harus selaras dengan arah serat kain bahan jas tersebut.  Maksudnya hemat, sisa-sisa potongan kain harus se-sedikit mungkin.
·     Supaya letak kertas pola tidak bergeser-geser, diatas kertas pola ditindih dengan benda kecil yang cukup berat, misal benda terbuat dari besi atau batu atau lainnya.  Batas-batas pola digambar secara tepat pada kain, baik kain pertama maupun kain kedua. Bisa digunakan alat roda bergigi dan kertas karbon bolak-balik.
·     Yang harus selalu diingat ketika memotong kain bahan jas adalah, bahwa ada perbedaan cara memotong, antara memotong kain bahan jas dengan memotong kain bahan baju lainnya.  Perbedaannya, ketika memotong kain bahan jas harus diberi cadangan tambahan lebar 3 cm diluar pola.  Sedang ketika memotong kain bahan baju biasa cukup tambahan lebar 1 cm untuk jahitan plus cadangan kain untuk lipatan pada posisi tertentu.
·     Kenapa harus ditambah lebar 3 cm?  Karena pola jas yang telah dibuat diatas kertas tadi dianggap belum matang, masih perlu diuji kemapanannya di tubuh calon pemakainya, dan cadangan tambahan lebar 3 cm ini digunakan untuk toleransi bila ternyata ada perubahan ukuran pola yang terjadi ketika uji kemapanan tersebut.


Lebih jelasnya silakan di-play video berikut:


·     Setelah kain bahan jas berhasil dipotong sesuai bentuk gambar polanya, langkah selanjutnya adalah menjahit dengan tangan, jahitan jelujur jarang-jarang tepat pada posisi gambar polanya.  Dijahit semua, seolah sudah wujud jas dengan jahitan jelujur jarang.
Nantinya semua jahitan jelujur tangan dibongkar lagi, setelah dilakukan uji kemapanan pola.
·     Pasanglah jas hasil jahitan jelujur tangan ini pada patung jahit yang serasi.  Amati dengan seksama bagian mana saja yang masih kurang mapan.  Pada bagian yang kurang mapan tadi diatur posisinya sehingga mapan, lalu kuncilah posisi mapan itu menggunakan jarum-jarum pentul.
·     Lakukan hal yang serupa pada posisi-posisi pola yang masih belum mapan, atur kemapanannya dan kuncilah pada posisi mapan menggunakan jarum pentul. Setelah semua posisi jas mapan di tubuh calon pemakainya, ambillah jas tersebut dari patung jahit.
·         
Lebih jelasnya silakan di-play video berikut:


  • Teliti jas hasil jahitan jelujur tangan yang sudah diuji kemapanannya, dengan tanda jarum pentul seperti yang diuraikan pada butir (H) diatas.  Pada posisi yang ada revisi jarum pentulnya, ukurlah berapa sentimeter jarak antara benang jelujur dengan tusukan jarum pentul.
  • Berdasarkan selisih ukuran tadi, koreksi dan revisi gambar pola yang terbuat dari kertas, perlu ditambah atau dikurangi berapa sentimeter pada posisi tertentu sesuai lokasi jarum pentulnya. Bila semua revisi jarum pentul sudah diterapkan pada kertas pola, dan kemudian polanya dikoreksi (digunting untuk yang dikurangi dan ditambah untuk yang perlu ditambah), maka sekarang dapat diperoleh pola jas dari kertas yang ukurannya betul-betul teruji kemapanannya.
  • Langkah berikutnya, bongkarlah semua jahitan jelujur tangan pada jas sehingga kembali menjadi potongan kain pola yang terpisah-pisah. Satukan kembali pasangan potongan pola antara yang kiri dan kanan seperti pada waktu dipotong dari kain bahan (ya betul tidak keliru, langkahnya memang untuk sementara harus balik ke posisi sebelumnya).
  • Berdasarkan gambar pola jas yang telah teruji kemapanannya, ulangi lagi proses pengguntingan potongan kain pola tersebut sehingga menjadi potongan kain pola yang telah teruji kemapananya pula.  Pada pengguntingan kain sekarang diperhitungkan tambahan untuk jahitan sekitar 1 cm dan juga harus diperhitungkan tambahan kain untuk lipatan pada posisi tertentu.
  • Potongan kain pola jas yang telah di-revisi lalu diobras pada bagian tertentu selanjutnya siap dijahit menggunakan mesin jahit untuk proses pembuatan jas yang mapan di tubuh calon pemakainya.